Sekilas tentang IMEI dan PIN
IMEI merupakan singkatan dari International Mobile Equipment Identity yang merupakan serangkaian 15 (lima belas)
nomor acak yang unik untuk mewakili identitas suatu ponsel. Rangkaian nomor ini dibuat bukan tanpa aturan sama sekali, justru sebaliknya sudah sangat direncanakan dengan teliti dan penuh dengan perhitungan algoritma yg mendalam.
IMEI mempunyai format penulisan dan keabsahan yang harus diperhatikan seperti berikut:
misalkan imei 353309018909870
TAC =35
FAC =330901
SNR =890987
SP =0
TAC =Type Approval Code,yg dua digit awalnya adalah merupakan kode negara
FAC=Final Assembling Code,yaitu kode untuk lokasi atau nama pabrik pembuat ponsel tsb
SNR=Serial Number, yaitu kode algoritma sebagai identitas asli nomor seri ponsel tsb..alias nomer mesin nomer rangka asli ponsel :)
SP = adalah kepanjangan dari SPare
digit verifikasi keabsahan nomor IMEI, default-nya bernilai 0, angka ini akan berubah setelah dilakukan validasi
nomor IMEI.angka SP bisa juga di hitung berdasarkan checksum. .
Metode / algoritma untuk menentukan apakah nomor IMEI tersebut valid atau tidak berdasarkan pada algoritma Luhn. Selain pada IMEI, algoritma Luhn juga diterapkan pada penomoran Kartu Kredit, beberapa kartu ATM seperti BNI, namun tentunya dengan format yang agak berbeda.
( masalah utak atik angka algoritma ini yang dijadikan para pembobol kartu kredit / atm untuk beraksi , Dan tentunya ini sangat dilarang :)
Mengetahui Imei dan PIN valid atau aspal
Mengetahui Imei dan PIN valid atau aspal Nah adapun untuk validasi nomor IMEI adalah sebagaiberikut.
Anggap digit - digit IMEI adalah D14 D13 D12 sampai... D1 SP dimana D14 merupakan digit paling kiri sedangkan
digit SP adalah digit paling kanan.
cara menghitungnya adalah sebagai berikut:
Kalikan dua semua digit IMEI pada posisi ganjil, D13, D11, D9, D7, D5, D3, dan D1
Jumlahkan semua digit (secara individu) hasil perkalian tersebut => X1
Jumlahkan semua digit IMEI pada posisi genap => X2
Jumlahkan X1 dan X2 = X3
Jika X3 adalah angka yang diakhiri dengan 0 (0,10,20,30, dst), maka SP = 0, jika tidak, maka SP adalah hasil pengurangan dari angka puluhan terdekat yang lebih tinggi dari X3
atau bisa juga pake tool checksum aja supaya menghitung angka sp gak ribet.
nomor acak yang unik untuk mewakili identitas suatu ponsel. Rangkaian nomor ini dibuat bukan tanpa aturan sama sekali, justru sebaliknya sudah sangat direncanakan dengan teliti dan penuh dengan perhitungan algoritma yg mendalam.
IMEI mempunyai format penulisan dan keabsahan yang harus diperhatikan seperti berikut:
misalkan imei 353309018909870
TAC =35
FAC =330901
SNR =890987
SP =0
TAC =Type Approval Code,yg dua digit awalnya adalah merupakan kode negara
FAC=Final Assembling Code,yaitu kode untuk lokasi atau nama pabrik pembuat ponsel tsb
SNR=Serial Number, yaitu kode algoritma sebagai identitas asli nomor seri ponsel tsb..alias nomer mesin nomer rangka asli ponsel :)
SP = adalah kepanjangan dari SPare
digit verifikasi keabsahan nomor IMEI, default-nya bernilai 0, angka ini akan berubah setelah dilakukan validasi
nomor IMEI.angka SP bisa juga di hitung berdasarkan checksum. .
Metode / algoritma untuk menentukan apakah nomor IMEI tersebut valid atau tidak berdasarkan pada algoritma Luhn. Selain pada IMEI, algoritma Luhn juga diterapkan pada penomoran Kartu Kredit, beberapa kartu ATM seperti BNI, namun tentunya dengan format yang agak berbeda.
( masalah utak atik angka algoritma ini yang dijadikan para pembobol kartu kredit / atm untuk beraksi , Dan tentunya ini sangat dilarang :)
Mengetahui Imei dan PIN valid atau aspal
Mengetahui Imei dan PIN valid atau aspal Nah adapun untuk validasi nomor IMEI adalah sebagaiberikut.
Anggap digit - digit IMEI adalah D14 D13 D12 sampai... D1 SP dimana D14 merupakan digit paling kiri sedangkan
digit SP adalah digit paling kanan.
cara menghitungnya adalah sebagai berikut:
Kalikan dua semua digit IMEI pada posisi ganjil, D13, D11, D9, D7, D5, D3, dan D1
Jumlahkan semua digit (secara individu) hasil perkalian tersebut => X1
Jumlahkan semua digit IMEI pada posisi genap => X2
Jumlahkan X1 dan X2 = X3
Jika X3 adalah angka yang diakhiri dengan 0 (0,10,20,30, dst), maka SP = 0, jika tidak, maka SP adalah hasil pengurangan dari angka puluhan terdekat yang lebih tinggi dari X3
atau bisa juga pake tool checksum aja supaya menghitung angka sp gak ribet.
semoga bermanfaat.
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.